Router Static 5 Router (Paket Tracer)

15.50




*) Untuk Konfigurasi Ip klick pada gambar

Konfigurasi Static Router 0
  1. network 192.168.1.0, netmask 255.255.255.0, nexthop 10.42.5.2
  2. network 11.42.5.0, netmask 255.255.255.0, nexthop 10.42.5.2
  3. network 192.168.2.0, netmask 255.255.255.0, nexthop 10.42.5.2
  4. network 12.42.5.0, netmask 255.255.255.0, nexthop 10.42.5.2
  5. network 192.168.3.o, netmask 255.255.255.0, nexthop 10.42.5.2
  6. network 13.42.5.0, netmask 255.255.255.0, nexthop 10.42.5.2
  7. network 192.168.4.0 netmask 255.255.255.0, nexthop 10.42.5.2
Konfigurasi Static Router 1
  1. network 192.168.0.0, netmask 255.255.255.0, nexthop 10.42.5.1
  2. network 192.168.2.0, netmask 255.255.255.0, nexthop 11.42.5.2
  3. network 12.42.5.0, netmask 255.255.255.0, nexthop 11.42.5.2
  4. network 192.168.3.0, netmask 255.255.255.0, nexthop 11.42.5.2
  5. network 13.42.5.o, netmask 255.255.255.0, nexthop 11.42.5.2
  6. network 192.168.4.0, netmask 255.255.255.0, nexthop 11.42.5.2
Konfigurasi Static Router 2
  1. network 192.168.2.0, netmask 255.255.255.0, nexthop 11.42.5.1
  2. network 10.42.5.0, netmask 255.255.255.0, nexthop 11.42.5.1
  3. network 192.168.0.0, netmask 255.255.255.0, nexthop 11.42.5.1
  4. network 192.168.3.0, netmask 255.255.255.0, nexthop 12.42.5.2
  5. network 13.42.5.o, netmask 255.255.255.0, nexthop 12.42.5.2
  6. network 192.168.4.0, netmask 255.255.255.0, nexthop 12.42.5.2
Konfigurasi Static Router 3
  1. network 192.168.2.0, netmask 255.255.255.0, nexthop 12.42.5.1
  2. network 11.42.5.0, netmask 255.255.255.0, nexthop 12.42.5.1
  3. network 192.168.1.0, netmask 255.255.255.0, nexthop 12.42.5.1
  4. network 10.42.5.0, netmask 255.255.255.0, nexthop 12.42.5.2
  5. network 192.168.0.o, netmask 255.255.255.0, nexthop 12.42.5.2
  6. network 192.168.4.0, netmask 255.255.255.0, nexthop 13.42.5.2
Konfigurasi Static Router 4
  1. network 192.168.3.0, netmask 255.255.255.0, nexthop 13.42.5.1
  2. network 12.42.5.0, netmask 255.255.255.0, nexthop 13.42.5.1
  3. network 11.42.5.0, netmask 255.255.255.0, nexthop 13.42.5.1
  4. network 192.168.1.0, netmask 255.255.255.0, nexthop 13.42.5.1
  5. network 10.42.5.o, netmask 255.255.255.0, nexthop 13.42.5.1
  6. network 192.168.0.0, netmask 255.255.255.0, nexthop 13.42.5.1
*) Untuk selebihnya bisa di tambah sendiri dengan aturan seperti diatas
Read On 0 komentar

Setting DNS Server Debian 4

15.48
DNS Server
Domain Name System adalah suatu metode untuk meng-konversikan Ip Address (numerik) suatu komputer ke dalam suatu nama domain (alphabetic), ataupun sebaliknya. Yang memudahkan kita dalam mengingat computer tersebut. Misalnya, server Debian memiliki alamat Ip Address sekian, namun pada umumnya, orang tidak akan mudah mengingat alamat Ip dalam bentuk numerik tersebut. Dengan adanya DNS Server, kita bisa mengakses halaman situs dari server Debian tersebut hanya dengan mengakses nama Domain-nya (www.debian.edu), tanpa mengingat Ip Address dari computer tersebut.
Installasi
Bind9 (Berkeley Internet Name Domain versi 9) adalah salah satu aplikasi linux yang sangat populer sebagai DNS Server, dan hampir semua distro linux menggunakanya. Selain itu, dalam konfigurasinya pun cukup mudah dimengerti, khususnya bagi pemula awal.
debian-server:/home/pudja# apt-get install bind9
Konfigurasi
Berikut file-file penting yang akan kita konfigurasi dalam DNS Server;
a. /etc/bind/named.conf
b. file forward
c. file reverse
d. /etc/resolv.conf
Membuat Zone Domain
Bagian ini adalah yang terpenting, dimana kita akan menentukan nama untuk Domain dari server Debian kita nantinya. Kita boleh membuat Zone Domain menggunakan Tld (Top Level Domain) hanya pada jaringan local (There’s no Internet Connection). Karena sudah ada organisasi yang khusus mengatur domain Tld tersebut, contohnya di Indonesia adalah Pandi.
Edit dan tambahkan konfigurasi untuk forward dan reverse, pada file named.conf atau bisa juga pada file named.conf.local. Kemudian tambahkan script di bawah ini.
debian-server:/home/pudja# vim /etc/bind/named.conf
#. . .
zone "debian.edu" { //Zone Domain anda
type master;
file "db.debian"; //lokasi file FORWARD, default di /var/cache/bind/
};
zone "192.in-addr.arpa" { //1 blok ip paling depan
type master;
file "db.192"; //lokasi file REVERSE, default di /var/cache/bind/
};
include "/etc/bind/named.conf.local"; //membuat file named.conf.local di process
File Forward
Forward berfungsi untuk konversi dari DNS ke Ip Address. Misalnya ketika kita ketik www.debian.edu melalui Web Browser, maka akan muncul website dari server Debian. Buat file konfigurasi untuk file forward dari DNS tersebut. Karna konfigurasinya cukup banyak, kita tinggal copykan saja file default yang sudah ada.
debian-server:/home/pudja# cd /etc/bind/
debian-server:/etc/bind# cp db.local /var/cache/bind/db.debian
debian-server:/etc/bind# vim /var/cache/bind/db.debian
$TTL 604800
@ IN SOA debian.edu. root.debian.edu. (
2 ; Serial
604800 ; Refresh
86400 ; Retry
2419200 ; Expire
604800 ) ; Negative Cache TTL
;
@ IN NS debian.edu. ;tambahkan “titik” di akhir domain
@ IN A 192.168.10.1
www IN A 192.168.10.1
ftp IN A 192.168.10.1
sub-domain IN A 192.168.10.1 ;jika ingin membuat sub-domain
mail IN A 192.168.10.1
streaming IN A 192.168.10.1 ;alamat untuk streaming server

File Reverse
Reverse berfungsi untuk konversi Ip Address ke DNS. Misalnya jika kita mengetikan Ip Address http://192.168.10.1
pada Web Browser, secara otomatis akan redirect ke alamat www.debian.edu.
debian-server:/etc/bind# cp db.127 /var/cache/bind/db.192
debian-server:/etc/bind# vim /var/cache/bind/db.192
$TTL 604800
@ IN SOA debian.edu. root.debian.edu. (
1 ; Serial
604800 ; Refresh
86400 ; Retry
2419200 ; Expire
604800 ) ; Negative Cache TTL
;
@ IN NS debian.edu. ;ingat “titik”
1.10.168 IN PTR debian.edu. ;3 blok ip terakhir, dan dibalik
Menambah dns-name-server
Tambahkan dns dan nameserver dari server Debian tersebut pada file resolv.conf. Agar dapat diakses melalui computer localhost.
debian-server:/etc/bind# vim /etc/resolv.conf
search debian.edu
nameserver 192.168.10.1
Terakhir, restart daemon dari bind9.
debian-server:/etc/bind# /etc/init.d/bind9 restart
Bagi pemula awal, pada bagian ini sering sekali terjadi failed. Hal ini terjadi, karena Anda melakukan kesalahan pada satu file, yaitu file named.conf. Periksa kembali script yang anda buat, dan sesuaikan seperti konfigurasi diatas.
Pengujian
Test apakah DNS Server tersebut berhasil atau tidak, dengan perintah nslookup dari computer Localhost ataupun dari computer client.
debian-server:/etc/bind# nslookup 192.168.10.1
Server : 192.168.10.1
Address : 192.168.10.1#53
1.10.168.192.in-addr.arpa name = debian.edu.
debian-server:/etc/bind# nslookup debian.edu
Server : 192.168.10.1
Address : 192.168.10.1#53
Name : debian.edu
Jika muncul pesan seperti ini,
Server : 192.168.10.1
Address : 192.168.10.1#53
** server can't find debian.edu.debian.edu: SERVFAIL
Berarti masih terdapat script yang salah, periksa dimana file yang salah tersebut. Jika pesan error itu muncul ketika nslookup DNS, berarti kesalahan terletak antara file db.debian atau named.conf. Namun jika muncul ketika di nslookup IP, berarti kesalahan di file db.192 atau named.conf.
Atau anda bisa menggunakan perintah dig untuk pengujian dari server localhost.
debian-server:/etc/bind# dig debian.edu

from: ebook debian server final Pudja Mansyurin
Read On 0 komentar

RESISTOR

15.45

Resistor adalah komponen elektronika yang berfungsi untuk mengatur kuat arus yang mengalir. Dengan lambang "R" nilainya dinyatakan dengan Ohm
Resistor tetap (Fixed Resistor)

Resistor tetap adalah hambatan yang nilainya tetap karena ukuran hambatannya sangat kecil. Maka nilai hambatan yang memiliki daya kecil tidak ditulis pada bodinya melainkan dengan menggunakan kode warna.

  • Pada resistor diberi cincin cincin yang menyatakan nilai tahanan resistor
  • Pada resistor dengan tegangan besar 5 watt, 10 watt, 15 watt, 25 watt nilainya langsung ditulis pada bodynya
Tabel Kode Warna Resistor


Warna
Kode
Cincin Ke 1
Cincin Ke 2
Cincin Ke 3
Cincin Ke 4
Angka Ke 1
Angka Ke2
Angka Ke 3
Angka Ke 4
Hitam
-
0
-
-
Coklat
1
1
0
1%
Merah
2
2
00
-
Orange
3
3
000
-
Kuning
4
4
0000
-
Hijau
5
5
00000
-
Biru
6
6
000000
-
Ungu
7
7
0000000
-
Abu-abu
8
8
00000000
-
Putih
9
9
000000000
-
Emas
-
-
0,1
5%
Perak
-
-
0,01
10%

Resistor tidak tetap (Patentio)
Resistor tidak tetap potentio adalah resistor yang nilainya dapat diubah dengan cara digeser atau memutar tuas yang bergeser pada komponen




Simbol Potentio
 

From Buku Tua M Faizi Munir
Read On 0 komentar

Rangkuman vidoe tanggal 21 januari 2012 Teknik pengalamatan!

15.43
SUBNETTING
Satu bite sama terdiri dari 0 dan 1
satu byte 8 bite (sering disebut dengan satu oktet)
Konfersi binery ke desimal
128      64        32        16        8          4          2          1
0          0          0          0          0          0          0          0      

Contoh konfersi binery ke desimal
10000010
penyelesaian
128      64        32        16        8          4          2          1
1          0          0          0          0          0          1          0 = ? desimal
Desimalnya dalah 128+0+0+0+0+0+2+0=130( desimalnya)

11111111
penyelesaian
128      64        32        16        8          4          2          1
1          1          1          1          1          1          1 = ? desimal
Desimalnya dalah 128+64+32+16+8+4+2+1=255( desimalnya)

Contoh konfersi desimal ke binery
154
penyelesaian
128      64        32        16        8          4          2          1
?          ?          ?          ?          ?          ?          ?          ? = ? binery
Desimalnya dalah 128+0+0+16+8+0+2+0=154( desimalnya)


Semakin banyak bite maka akan semakin banyak alamat yang ada







Read On 0 komentar

Tugas Radio Mobile (Malang Network)

14.30

TUGAS RADIO MOBILE
Nama :
Angga Wahyu Pradana Siregar





WAN (Wide Area Network) Kota Malang

Peraturan daerah kota malang
Rencana Sistem Jaringan
Pasal 18

(1). Kawasan Keselamatan Operasional Penerbangan (KKOP), maka terdapat 3 jenis Ring Kawasan dalam radius 15 km terhadap Bandara. Malang Tengah berada pada zona II dan Zona III.
(2). Zona Ring II tepatnya berada di Kelurahan Rampal Celaket, sebagian Kelurahan
Sama’an dan sebagian Kelurahan Klojen dengan arahan penyesuaian ketinggian
bangunan antara yaitu 20 – 40 meter. Sedangkan Zona Ring III berada di sebagian
Kelurahan Sama’an dan Kelurahan Klojen, Kelurahan Penanggungan, Kelurahan Oro-oro Dowo, Kelurahan Gading Kasri, Kelurahan Bareng, Kelurahan Kauman, Kelurahan Kidul Dalem, Kelurahan Kasin, Kelurahan Sukoharjo dengan arahan penyesuaian ketinggian bangunan maksimum yaitu 90 meter.






Radio Mobile ~ Malang network


Malang => Wagir

Wagir => Ngajum

Ngajum => Sumber Pucung

Ngajum => Kali Pare

Ngajum => Kepanjen

Malang => Bululawang

Bululawang => Gondang Legi

Bululawang => Turen

Malang => Tajinan

Tajinan => Wajak

Wajak => Poncokusumo

Malang => Pakis

Pakis => Tumpang

Pakis => Jabung

Malang => Singosari

Singosari => Lawang

Malang => Dau

Malang => Karang Ploso

Karang Ploso => Batu


Batu => Repeater1

Repeater1 => Pujon


Pujon => Repeater2

Repeater2 => Ngantang

Ngantang => Repeater3

Repeater3 => Kasembon


Read On 0 komentar

Setting GPRS Im3, XL, Simpati, AXIS, dan 3

13.23


Setting GPRS OTA Im3, XL, Simpati, AXIS, dan 3 
Ditengah semakin murahnya akses internet di Indonesia, maka banyak orang yang beralih operator sana-sini demi mendapatkan akses internet yang murah namun berkualitas. Kualitas tentu terkait langsung dengan kekuatan jaringan operator penyedia layanan internet itu. Saya sudah gonta-ganti kartu seluler, semua operator seluler di Indonesia sudah pernah saya coba. Pertama dulu XL, kemudian ke Im3, pernah juga pakai Simpati. Sekarang gabungan antara Im3, 3, dan Telkomsel Flash. Barusan nyoba lagi si XL, namun ternyata sinyalnya jelek sekali di rumah saya, hmmm, paling besok sudah saya buang, xixi…
Nah, karena gonta-ganti kartu seluler itu, saya jadi butuh sekali setting gprs OTA semua operator itu, supaya gamapang begitu, ketika suatu saat nanti rumah saya dikunjungi sinyal yang mangstab. Nah, berikut saya bagikan setting GPRS OTA Im3, XL, Simpati Telkomsel, AXIS, dan 3
Setting OTA Im3 Indosat:
Ketik SMS: GPRS spasi MerkHP spasi TypeHP
Kirim Ke: 3939 atau 3000
Contoh: GPRS SE G502
Setting OTA XL:
Ketik SMS: GPRS spasi MerkHP spasi TypeHP
Kirim Ke: 9667
Contoh: GPRS SE G502
Setting OTA Simpati:
Ketik SMS: S spasi MerkHP spasi TypeHP
Kirim Ke: 5432
Contoh: S SE G502
Setting OTA AXIS
Ketik SMS: WAP merk ponsel spasi tipe ponsel
Kirim ke: 2288
Contoh: WAP SE G502
Setting OTA 3:
Ini yang paling enak, setting GPRS 3 langsung otomatis di hp anda
Kalau anda gagal melakukan setting GPRS OTA, baca Setting GPRS Manual Im3, XL, Simpati, AXIS, dan 3
Semoga anda tidak lagi kesulitan melakukan setting GPRS OTA kartu Im3, XL, Simpati, Axis, dan 3 anda.
Read On 0 komentar

setting ftp di debian4 (terbukti)

11.58

SETTING FTP di DEBIAN4
File Transfer Protocol (FTP) adalah protocol yang digunakan untuk transfer file atau data melalui media jaringan. FTP termasuk dalam protocol lama yang sampai saat ini masih digunakan. Dalam keadaan default, ftp berjalan pada port 21 dan bekerja pada protocol TCP/IP. 

Dalam FTP Server, kita bisa menggunakan dua cara;
a.  User Authentication LogIn (Password Protected)
b.   Anonymous LogIn (Guest OK)
 Installasi
Sebenarnya ada dua aplikasi yang paling popular untuk ftp server pada distro debian. Yaitu ProFTPd dan Vsftpd. Kali ini saya menggunakan Proftpd, karena dianggap lebih mudah dan cepat dalam konfigurasinya.  Install aplikasi ProFTPd terlebih dahulu, kemudian muncul menu PopUp dan pilih standalone mode.
 debian-server:/home/pudja# apt-get install proftpd
Konfigurasi
Secara default, setelah selesai menginstall proftpd diatas. Semua user yang terdaftar pada computer server Debian sudah bisa mengakses layanan ftp tersebut melalui web browser ataupun terminal. Dan direktori yang digunakan adalah direktori home setiap user tersebut.
 Dalam membuat FTP Server, kita akan melakukan sedikit konfigurasi pada file-file berikut;
/etc/proftpd/proftpd.conf

Direktori FTP Server
Selanjutnya, buat folder untuk meletakan semua file dan data pada ftp server. Kemudian tambahkan hak akses
untuk user ftp pada direktori tersebut. 

debian-server:/home/angga# mkdir share
debian-server:/home/ angga # userdel ftp
debian-server:/home/ angga # useradd –d /share/ ftp
debian-server:/home/ angga # passwd ftp

Buat beberapa folder dalam direktori ftp server, sebagai bahan pengujian.

debian-server:/home/ angga # cd share/
debian-server:/home/ angga # mkdir ini adalah direktori dari ftp server

 User Authentication LogIn

Edit dan tambahkan script berikut di baris paling bawah dari file proftpd.conf.

debian-server:/home/manggier# vim /etc/proftpd/proftpd.conf
#. . . 
  #direktori untuk ftp server
User   ftp        #user untuk ftp server

Anonymous LogIn

Cara kedua adalah Anonymous LogIn, yang memperbolehkan semua pengunjung mengakses layanan ftp server
tersebut. Perlu diingat, sebaiknya anda memilih salah satu dari dua cara ini. Jangan digunakan bersamaan.

Tambahkan opsi “UserAlias” pada file proftpd.conf. Kurang lebih seperti berikut scriptnya.

debian-server:/home/manggier# vim /etc/proftpd/proftpd.conf
#. . . 
User     ftp
UserAlias   anonymous   ftp    #tambahkan script ini
debian-server:/home/manggier# /etc/init.d/proftp restart


Read On 0 komentar

Followers

Komentar


Anda berminat buat Buku Tamu seperti ini?
Klik di sini

anda pengunjung blog ke

peringkat blog

The Republic of Indonesian Blogger | Garuda di Dadaku